Laravel 13 Rilis: Apakah Masih Worth It Pake PHP di Tahun 2026?
Backend5 min read

Laravel 13 Rilis: Apakah Masih Worth It Pake PHP di Tahun 2026?

PHP dibilang mati sejak 10 tahun lalu, tapi kok Laravel makin kokoh? Ini opini jujur kita soal Laravel 13 dan apakah PHP masih layak dipake di tahun 2026.

Logo DaunsCode

DaunsCode Editorial Team

admin@daunscode.com • 02 Jul 2026

PHP Mati? Ah, yang Bener?

Kalau kamu sering nongkrong di Reddit, Twitter (X), atau grup Facebook programmer, kamu pasti udah bosen denger kalimat ini: "PHP is dead". Mitos ini udah diputar berulang-ulang sejak sepuluh tahun lalu. Tapi anehnya, sampai di tahun 2026 ini, PHP masih jalan di lebih dari 75% website di seluruh dunia.

Kenapa bisa begitu? Jawabannya simpel: Laravel.

Sebagai framework, Laravel berhasil ngubah PHP dari bahasa yang dulunya dianggap "kuno dan berantakan" jadi salah satu DX (Developer Experience) terbaik di industri web development. Dan sekarang, dengan rilisnya Laravel 13, perdebatan ini makin memanas.

Jadi, apakah Laravel 13 dan PHP masih worth it dipake buat projek baru di tahun 2026? Mari kita bahas secara objektif.

Apa yang Baru di Laravel 13?

Laravel 13 hadir dengan memanfaatkan fitur terbaru dari PHP 8.4+, seperti Property Hooks dan Asymmetric Visibility. Selain itu, Taylor Otwell dan timnya fokus pada efisiensi performa dan penyederhanaan boilerplate code.

Ini beberapa fitur baru yang paling ngefek di Laravel 13:

1. Zero-Config Concurrency

Di versi sebelumnya, kalau kamu mau jalanin proses asynchronous atau antrean, kamu harus setup queue worker manual yang lumayan ribet. Di Laravel 13, ada fitur Concurrency baru yang bisa langsung dipake tanpa konfigurasi tambahan:

use Illuminate\Support\Facades\Concurrency;

// Jalanin dua query database sekaligus secara parallel
[$posts, $users] = Concurrency::run([
    fn () => DB::table('posts')->get(),
    fn () => DB::table('users')->get(),
]);

Fitur ini bikin aplikasi kamu jauh lebih cepat saat harus nge-fetch data dari banyak API atau database secara bersamaan.

2. Laravel Octane Ready Out-of-the-Box

Laravel Octane adalah tool yang bikin Laravel super cepat dengan jalanin aplikasi di atas server seperti Swoole atau FrankenPHP. Di Laravel 13, Octane sudah terintegrasi secara native. Kamu nggak perlu setup server web apache/nginx tradisional lagi. Cukup satu command, server kamu udah setara performa Go atau Node.js.

3. TypeScript Defs Generator Bawaan

Buat kamu yang seneng arsitektur monolith modern pake Inertia.js (Laravel + React/Next.js), Laravel 13 sekarang punya generator tipe TypeScript bawaan. Jadi, model database dan routing di Laravel otomatis terjemah ke tipe TypeScript di frontend. No more manual typing!

Kenapa Laravel Masih "Cuan" di Tahun 2026?

Di dunia nyata, kecepatan development (time-to-market) itu segalanya. Dan di sinilah Laravel menang mutlak dibanding stack lain (termasuk Next.js + Go).

  1. Batteries Included: Di Node.js atau Go, kalau kamu mau bikin aplikasi, kamu harus milih library routing sendiri, ORM sendiri, auth sendiri, migrations sendiri. Di Laravel, semuanya udah ada sejak detik pertama kamu ketik laravel new.
  2. Ekosistem Raksasa: Butuh billing/payment? Ada Laravel Cashier. Butuh admin panel instan? Ada Filament. Butuh real-time? Ada Laravel Reverb. Ekosistem ini menghemat ratusan jam waktu coding kamu.
  3. Komunitas Indonesia Sangat Solid: Cari engineer Laravel di Sragen, Solo, atau kota manapun di Indonesia itu jauh lebih mudah dan murah dibanding cari engineer Go atau Rust. Ini poin krusial buat pemilik bisnis.

Next.js vs Laravel: Mana yang Harus Kamu Pilih?

Di DaunsCode, kita pake kedua teknologi ini tergantung kebutuhan project. Ini panduan simpelnya buat kamu:

  • Pilih Laravel jika: Kamu mau bikin aplikasi SaaS MVP dengan cepat, sistem e-commerce kompleks, portal internal kantor, atau panel admin monolithic. Laravel adalah rajanya produktivitas.
  • Pilih Next.js + Supabase/Go jika: Kamu butuh aplikasi yang front-heavy (banyak animasi interaktif mikro seperti web portofolio kami), butuh serverless edge rendering global, atau lagi bangun aplikasi mobile (React Native/Flutter) yang butuh REST API terpisah dan realtime tinggi.

Kesimpulan

Jadi, apakah masih worth it pake PHP/Laravel di tahun 2026? Sangat worth it.

Laravel 13 membuktikan bahwa PHP bukan cuma bertahan hidup, tapi terus berevolusi jadi lebih modern, cepat, dan menyenangkan buat ditulis. Jangan kemakan mitos sosial media. Gunakan alat yang paling cepat menghasilkan cuan dan produk nyata buat bisnis kamu. Dan untuk saat ini, Laravel 13 masih jadi salah satu alat terbaik untuk itu.

Ready to build the next big thing?

DaunsCode siap bantu arsitektur, UI, dan implementasi produk digital yang scalable untuk bisnis kamu.

Let's Talk Project
LaravelPHPBackend
← Kembali ke listing artikel
ContactBlogPortfolioHome